Program Pembelajaran Minggu Pertama untuk Anak Tunadaksa (CP)
Tujuan Umum:
- Memastikan akses penuh ke lingkungan kelas dengan modifikasi fisik.
- Membangun kepercayaan diri dan kemandirian dalam aktivitas sekolah.
- Mengenalkan rutinitas melalui multi-sensory input.
- Menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan motorik individu.
Struktur Harian yang Adaptif
Setiap hari mencakup:
- Pemanasan Sensorimotor (5-10 menit)
- Aktivitas Inti (15-20 menit, dengan istirahat jika diperlukan)
- Aktivitas Sosial Terbimbing (10 menit)
- Refleksi & Apresiasi (5 menit)
Hari 1: Pengenalan Lingkungan yang Aksesibel
Aktivitas:
- Tur Kelas dengan Alat Bantu:
- Gunakan kursi roda/walker untuk eksplorasi area penting (meja adaptif, toilet, rak aksesibel).
- Tempel stiker tekstur berbeda di lokasi strategis (misal: kertas amplas di laci alat tulis).
- Permainan Nama dengan Partisipasi Aktif:
- Setiap anak menekan tombol suara (switch-adapted recorder) yang mengucapkan namanya.
- Simulasi Penggunaan Peralatan Adaptif:
- Latihan menggunakan pegangan pensil ergonomis/pen holder.
Hari 2: Pengenalan Rutinitas dengan Teknologi Asistif
Aktivitas:
- Jadwal Visual Interaktif:
- Gunakan tablet dengan aplikasi scheduler atau papan velcro dengan simbol besar.
- “Morning Circle” Modifikasi:
- Nyanyikan lagu sambil menggunakan gestur sederhana (geleng kepala, tepuk meja).
- Aktivitas Motorik Halus:
- Memasukkan koin ke celengan dengan mulut terbuka lebar (adaptasi untuk keterbatasan genggaman).
Hari 3: Eksplorasi Sensorik dan Kognitif
Aktivitas:
- Stasiun Sensorik:
- Bak pasir dengan alat panjang untuk anak dengan keterbatasan jangkauan.
- Botol aroma (kayu manis, vanilla) untuk stimulasi penciuman.
- Puzzle Adaptif:
- Puzzle kayu dengan pegangan besar atau puzzle magnet di papan miring.
- Komunikasi Alternatif:
- Latihan memilih gambar keinginan (makan/minum) pada communication board.
Hari 4: Keterampilan Akademik Dasar
Aktivitas:
- Menulis Adaptif:
- Menggunakan krayon batang besar/sponge stick untuk membuat coretan di kertas vertikal (easel).
- Konsep Matematika Tactile:
- Menghitung cincin besar yang dirangkai pada tiang vertikal.
- Literasi Multi-sensorik:
- Buku dengan tekstur dan tombol suara yang diaktifkan sentuhan.
Hari 5: Konsolidasi dan Celebrasi
Aktivitas:
- Proyek Kolaborasi:
- Mewarnai poster besar bersama (cat ditempel dengan sponge/stempel).
- Video Diary:
- Rekam pencapaian minggu ini (contoh: “Saya bisa memilih gambar sendiri”).
- Pesta Sensorik:
- Meniup gelembung sabun dengan straw adaptif/alat tiup khusus.
Modifikasi Berdasarkan Kebutuhan Individu:
| Kebutuhan | Adaptasi |
|---|---|
| Spasticity | Gunakan weighted lap pad untuk stabilitas |
| Limited hand control | Alat tulis velcro strap |
| Non-verbal | Picture Exchange Communication (PECS) |
| Fatigue management | Aktivitas 15 menit + istirahat 5 menit |
Alat Bantu yang Direkomendasikan:
- Fisik: Kursi adaptif, slant board, universal cuff
- Teknologi: Switch-adapted toys, eye-gaze device
- Sensorik: Vibrating cushion, textured mats
Strategi Penting:
- Positioning yang Benar:
- Pastikan postur duduk optimal dengan support yang memadai.
- Waktu Transisi Ekstra:
- Berikan tambahan 2-3 menit untuk berpindah aktivitas.
- Kolaborasi Tim:
- Koordinasi dengan fisioterapis dan orang tua untuk konsistensi.
Program ini menekankan pada “can do” approach – fokus pada kemampuan bukan keterbatasan, dengan aktivitas yang bisa dimodifikasi sesuai perkembangan anak.
Contoh Jadwal Harian
| Waktu | Aktivitas | Catatan Adaptasi |
| 08.00-08.15 | Salam & Orientasi (Gambar/PECS) | Gunakan kursi roda |
| 08.15-08.30 | Motorik Halus (Playdough/balok) | Bantu pegangan |
| 08.30-09.00 | Komunikasi (Pilih gambar “makan”) | AAC tablet |
| 09.00-09.15 | Istirahat + Makan Snack | Alat makan adaptif |
| 09.15-09.30 | Sensori (Bermain air/spon) | Lap basah untuk sentuhan |
Evaluasi
- Observasi: Catat respon anak terhadap aktivitas (misal: kontak mata, usaha komunikasi, partisipasi).
- Feedback Orang Tua: Diskusikan perkembangan dan tantangan di rumah.
Materi ini fleksibel dan harus disesuaikan dengan profil individu anak (misal: CP spastik vs athetoid) serta dukungan alat bantu yang tersedia.