Lompat ke konten

Siswa Berkebutuhan Khusus Raih Prestasi Gemilang di Kompetisi Internasional The 14th Salon Culinaire 2025

Jakarta, 25 Juli 2025 – Sebanyak delapan siswa berkebutuhan khusus berhasil menunjukkan bakat luar biasa di ajang bergengsi The 14th Salon Culinaire 2025, yang berlangsung pada 22-25 Juli 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Kompetisi ini merupakan bagian dari pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 dan diikuti oleh peserta terbaik dari berbagai negara, termasuk tim elit Indonesia yang telah melalui seleksi ketat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas)

Kisah Inspiratif Riski Ramadan dari Jambi

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Riski Ramadan, siswa SLB Negeri Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH. Jambi. Riski, yang saat ini duduk di kelas 9 SMPLB Tunarungu, berhasil meraih medali Silver dengan skor 83,40 dalam kategori Fondant Cake Figures, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi dunia pendidikan inklusif Indonesia.

Riski tidak sendirian. Ia dilatih oleh Gustira Mayasari, M.Pd., seorang guru profesional di bidang Tata Boga yang pernah meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan bahkan pernah ke Amerika Serikat untuk pengembangan kompetensi. Pelatihan intensif yang diberikan Gustira membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi internasional.

Hasil Penilaian Dewan Juri dapat dilihat pada tabel berikut:

Kompetisi ini tidak hanya menguji keterampilan teknis, tetapi juga kreativitas, ketepatan waktu, dan kemampuan mengikuti tema. Misalnya, peserta harus membuat dekorasi kue dari fondant dalam waktu 2 jam, dengan penilaian mencakup presentasi, tingkat kesulitan, dan kesesuaian tema

Keikutsertaan siswa berkebutuhan khusus dalam ajang ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pendidikan inklusif. Sebelumnya, mereka telah mengikuti pembinaan tahap II di Bogor pada 18-24 Mei 2025, yang diselenggarakan untuk mempersiapkan tim nasional menghadapi kompetisi internasional.

Juanita Soerakoesoemah, Portofolio Director FHI 2025, menyatakan bahwa ajang ini tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga mendorong inovasi dan keberlanjutan di industri kuliner, termasuk memberikan ruang bagi talenta inklusif.

Prestasi Riski dan teman-temannya menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi, terlepas dari keterbatasan fisik. Mereka tidak hanya membawa nama baik sekolah dan daerah, tetapi juga menginspirasi siswa disabilitas di seluruh Indonesia untuk terus berani bermimpi dan berprestasi. Selamat untuk Riski dan seluruh peserta! 🎉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *