Program Pembelajaran Minggu Pertama untuk Anak Autis
Tujuan Umum:
- Membangun rasa aman dan predictability (keteraturan) di lingkungan baru.
- Mengenalkan rutinitas kelas dengan visual support.
- Melatih interaksi sosial sederhana dan komunikasi.
- Meminimalisir kecemasan melalui stimulasi sensorik yang terkendali.
Struktur Harian yang Konsisten
Setiap hari dimulai dan diakhiri dengan rutinitas yang sama:
- Pagi:
- “Selamat Datang” Visual: Anak menempel foto/namanya di papan “Saya Hadir”.
- Jadwal Visual: Gunakan gambar/piktogram untuk urutan aktivitas hari ini (contoh: ⏰ → 🖍️ → 🎵 → 🎒).
- Pulang:
- Checklist Selesai: Anak memberi tanda centang pada gambar aktivitas yang sudah dilakukan.
Hari 1: Pengenalan Lingkungan Terkendali
Aktivitas:
- Tur Kelas dengan Social Story™:
- Cerita bergambar tentang “Hari Pertama Sekolah” (contoh: “Ini mejamu, ini tempat tasmu”).
- Zona Sensorik:
- Tunjukkan area tenang (mis. tenda kecil dengan bantal dan headphone peredam suara).
- Permainan Nama Sederhana:
- Guru dan anak bergiliran menggelindingkan bola sambil menyebut nama.
Hari 2: Pengenalan Rutinitas Kelas
Aktivitas:
- Simulasi Jadwal Harian:
- Latihan mengikuti urutan gambar: duduk → baca buku → cuci tangan → makan camilan.
- Kotak Alat Pribadi:
- Setiap anak mendapat kotak berisi alat tulis, fidget toy, dan headphone (jika sensitif suara).
- Aktivitas Sensorik Terstruktur:
- Meremas playdough sambil menghitung 1-5.
Hari 3: Keterampilan Sosial Dasar
Aktivitas:
- Kartu Emosi:
- Matching game gambar wajah (senang/sedah) dengan situasi sederhana (“Jika dapat es krim, wajahmu…”).
- Role Play Turn-Taking:
- Giliran menyusun balok menggunakan timer visual (lampu warna/waktu).
- Lagu Interaktif Pendek:
- “Jika Kau Senang Hatimu” dengan gerakan berulang (tepuk tangan, melompat).
Hari 4: Aktivitas Akademik Terstruktur
Aktivitas:
- Task Box:
- Aktivitas mandiri dengan instruksi visual (contoh: masukkan koin ke celengan sesuai warna).
- Mewarnai dalam Batas:
- Gunakan kertas dengan garis timbul atau bingkai karton untuk membatasi area mewarnai.
- Sensory Break:
- 5 menit di swing/jalan di atas garis velcro di lantai.
Hari 5: Konsolidasi dan Apresiasi
Aktivitas:
- Buku Sosial “Aku Bisa!”:
- Foto anak selama seminggu dengan caption sederhana (“Saya duduk di kursiku”).
- Reward Chart:
- Tempel stiker bintang setiap selesai aktivitas, tukar dengan hadiah kecil (bubble wrap/sticker).
- Pesta Balon Sensorik:
- Meniup/memecahkan balon dengan kontrol (untuk latihan pernapasan dan toleransi suara).
Alat Bantu yang Dibutuhkan:
- Visual: Piktogram, timer lampu, social stories.
- Sensorik: Fidget toys, weighted lap pad, ear defender.
- Struktur: Task box, velcro schedule.
Strategi Penting:
- Kurangi Overstimulasi:
- Hindari lampu terang/berkedip, suara keras tiba-tiba.
- Gunakan Bahasa Konkret:
- “Letakkan pensil di sini” (sambil menunjuk) bukan “Rapikan mejamu”.
- Berikan Peringatan Transisi:
- Timer visual (“5 menit lagi waktu main selesai”).
Modifikasi untuk Beragam Kebutuhan:
- Non-verbal: Gunakan AAC (komunikasi gambar/tablet).
- Hypersensitif sentuhan: Sediakan alat tulis adaptif (grip tebal).
- Perilaku challenging: Alihkan dengan sensory motor activity (mis. dorong kereta barang berat).
Program ini fokus pada predictability, kontrol diri, dan keberhasilan kecil untuk membangun kepercayaan diri anak autis di lingkungan sekolah.
Contoh Jadwal Harian
| Waktu | Aktivitas | Adaptasi untuk ASD |
| 08.00-08.15 | Welcome Time (Lagu + Visual Schedule) | Timer visual |
| 08.15-08.30 | Komunikasi (PECS/AAC) | Buku gambar kebutuhan |
| 08.30-09.00 | Motorik Halus (Puzzle/sortir warna) | Benda favorit |
| 09.00-09.15 | Istirahat Sensori (Playdough) | Area tenang |
| 09.15-09.30 | Sosialisasi (Giliran main bola) | Bimbingan fisik |
Evaluasi
- Target Perilaku: Catat frekuensi kontak mata, respons instruksi, atau perilaku tantrum.
- Adaptasi Materi: Modifikasi aktivitas berdasarkan minat anak (misal: jika suka kereta, gunakan kereta untuk mengajar warna).
Catatan Penting:
- Setiap anak autis unik, jadi materi harus dipersonalisasi berdasarkan minat, sensitivitas sensori, dan level komunikasi.
- Gabungkan minat khusus anak (special interest) sebagai motivasi belajar (contoh: jika suka dinosaurus, gunakan gambar dinosaurus untuk mengajar berhitung).
Materi ini bisa dikembangkan dengan pendekatan TEACCH, ABA, atau DIR/Floortime tergantung kebutuhan anak.