Program Pembelajaran Minggu Pertama untuk Anak Tunanetra
Tujuan Umum:
- Membangun kenyamanan dan kepercayaan diri di lingkungan baru.
- Mengenalkan rutinitas sekolah melalui pendengaran, sentuhan, dan gerakan.
- Melatih orientasi mobilitas dasar di kelas.
- Memperkenalkan konsep huruf/angka melalui pendekatan taktil.
Hari 1: Pengenalan Lingkungan Sekolah
Aktivitas:
- Tur Kelas dengan Panduan Guru:
- Anak diajak menyentuh dan mengenal objek penting (meja, pintu, rak buku, tempat tas).
- Gunakan penanda taktil (misal: karpet berbentuk berbeda di depan pintu, stiker timbul di lokasi tertentu).
- Permainan Nama:
- Guru menyebut nama siswa dengan nada bersemangat, lalu anak menanggapi dengan suara atau tepuk tangan.
- Setiap anak mendapat gelang dengan huruf timbul nama mereka (dari kertas kasar atau manik-manik).
- Pengenalan Rutinitas:
- Gunakan bel berbunyi atau alat musik sederhana (seperti marakas) sebagai penanda waktu istirahat/pulang.
Hari 2: Pengenalan Diri dan Teman
Aktivitas:
- Buku Diri Taktil:
- Setiap anak membuat buku kecil berisi:
- Kain dengan tekstur berbeda (halus/kasar) untuk menyatakan kesukaan.
- Foto diri dengan bingkai timbul (jika ada sisa penglihatan rendah).
- Setiap anak membuat buku kecil berisi:
- Permainan “Suara Siapa Ini?”:
- Siswa bergantian berbicara atau bertepuk tangan, lalu menebak suara teman.
- Menyusun Puzzle Taktil:
- Puzzle kayu berbentuk geometris atau binatang untuk melatih koordinasi tangan.
Hari 3: Pengenalan Huruf dan Angka Taktil
Aktivitas:
- Huruf Timbul (Braille/Sandpaper Letters):
- Anak meraba huruf dari kertas amplas/kartu Braille sambil mendengar guru mengucapkannya.
- Menghitung dengan Benda Nyata:
- Menggunakan kancing, biji, atau manik-manik untuk menghitung 1-5.
- Setiap angka dikaitkan dengan bunyi (misal: angka “3” = tepuk 3 kali).
- Lagu Angka dengan Gerakan:
- Nyanyikan lagu sederhana sambil melompat/mengangkat jari sesuai hitungan.
Hari 4: Orientasi Mobilitas dan Sensorik
Aktivitas:
- Jalur Taktil di Kelas:
- Buat jalur dengan tali atau karpet tekstur berbeda untuk latihan berjalan mandiri.
- Kotak Misteri:
- Anak meraba benda dalam kotak (bola, pensil, daun) lalu menebak namanya.
- Permainan Arah Suara:
- Guru membunyikan bel kecil dari arah berbeda, anak menunjuk sumber suara.
Hari 5: Refleksi dan Apresiasi
Aktivitas:
- Peta Taktil Kelas:
- Buat miniatur kelas dari bahan berbeda (karton untuk meja, benang untuk jalur).
- Hadiah Taktil:
- Berikan benda kecil bertekstur unik (misal: bintang dari kain flanel) sebagai apresiasi.
- Rekaman Suara Kelas:
- Rekam suara guru/teman mengucapkan kata penyemangat untuk didengar di rumah.
Alat Bantu yang Dibutuhkan:
- Taktil: Huruf timbul, benda bertekstur, papan Braille sederhana.
- Auditori: Bel, alat musik sederhana, rekaman suara.
- Penanda Ruang: Karpet tekstur, tali pemandu.
Evaluasi:
- Amati kemampuan anak dalam:
- Mengikuti instruksi verbal/taktil.
- Merespons suara dan mengenali objek.
- Interaksi dengan teman.
Catatan Penting:
- Gunakan bahasa deskriptif yang jelas (misal: “Pintu ada di sebelah kananmu, 3 langkah dari mejamu”).
- Kolaborasi dengan spesialis (guru Braille, terapis orientasi mobilitas) jika tersedia.
- Sesuaikan dengan kebutuhan individu (beberapa anak mungkin memiliki sisa penglihatan).
Program ini dirancang untuk membangun kemandirian, kepercayaan diri, dan kesiapan belajar melalui stimulasi multisensorik.