PENGEMBANGAN KOMUNIKASI PERSEPSI BUNYI DAN IRAMA (PKPBI)
Tujuan PKPBI adalah mengembangkan kemampuan komunikasi dan mengoptimalkan sisa pendengaran murid dengan hambatan pendengaran secara oral, manual (berisyarat) maupun komunikasi total. Tujuan khusus mata pelajaran PKPBI adalah sebagai berikut:
- Melatih keterarahan wajah dan keterarahan suara untuk menunjang komunikasi dan konsentrasi.
- Membentuk kesadaran diri bahwa bunyi/suara merupakan entitas yang nyata dan memiliki makna.
- Menumbuhkan kebiasaan mempersepsi bunyi dalam penginderaan murid dengan hambatan pendengaran.
- Menempatkan murid dalam dunia bunyi yang penuh makna.
- Mengembangkan kemampuan organ bicara untuk menunjang pengucapan dalam berkomunikasi.
- Melatih bunyi bahasa (vokal dan konsonan) dengan benar sehingga pengucapan mudah dimengerti oleh orang lain.
- Melatih pengucapan kata dan/atau kalimat dengan intonasi, irama, dan ekspresi yang benar.
- Mengembangkan keterampilan wicara dan kemampuan membaca ujaran dalam bentuk kata maupun kalimat.
- Meningkatkan keterampilan komunikasi timbal balik secara lisan atau pun isyarat dengan percaya diri.
CP – FASE A (KELAS 1, 2)
1.1. Persepsi Bunyi
Mendeteksi bunyi benda, bunyi alam sekitar, bunyi latar belakang, bunyi bahasa berupa fonem, nama panggilan, suara unsur suprasegmental (panjang-pendek, tinggi-rendah, keras-lemah, cepat-lambat) dan jumlah suku kata, konsonan dan kata benda, pernyataan betul, pernyataan ya dan pernyataan sudah; mendiskriminasi berbagai macam bunyi termasuk bunyi bahasa dalam hal huruf vokal, konsonan, dan huruf /p/, /b/ dan /m/; mengidentifikasi bunyi sebagai sinyal yang pernah didiskriminasi; memanfaatkan bunyi yang telah diperoleh untuk komunikasi dengan menggunakan Alat Bantu dengar (ABD) atau tanpa ABD sebatas sisa pendengaran.
1.2. Persepsi Irama
Mendeteksi irama dasar serta irama bahasa; mendiskriminasi irama dasar dan irama bahasa melalui kegiatan membedakan berbagai macam irama dasar dan irama bahasa dalam hal irama kalimat tanya dan kalimat perintah; mengidentifikasi berbagai irama dasar maupun irama bahasa sesuai makna yang sebenarnya; memanfaatkan irama dasar dan irama bahasa untuk berkomunikasi menggunakan Alat Bantu dengar (ABD) atau tanpa ABD sebatas sisa pendengaran.
1.3. Latihan Prawicara
Melatih kemampuan keterarahan wajah berupa latihan kemampuan kontak mata dan kontak wajah secara langsung atau menggunakan media cermin; melakukan pelemasan organ wicara pada bagian bibir melalui berbagai kegiatan; melakukan pelemasan organ wicara pada bagian lidah melalui berbagai kegiatan, senam lidah dengan menjulurkan lidah keluar lurus, kiri, kanan, masukkan ke dalam, lidah tekan ke pipi kiri, kanan dan rahang atas dan bawah dan kegiatan lain yang dapat melemaskan organ bicara bibir; melakukan latihan pernapasan melalui kegiatan meniup peluit dengan perbedaan durasi meniupnya; melakukan latihan pembentukan suara meraban, menyadarkan suara, merasakan getaran, melafalkan vokal bersuara; dan menirukan ucapan (huruf, suku kata, kata) pada huruf vokal dan fonem bilabial ( /p/, /b/, /m/, dan /w/).
1.4. Latihan Pembentukan Fonem
Melaksanakan latihan organ bicara yang mengandung vokal /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/ untuk kemudian diterapkan dalam pengucapan dalam kata baik di awal, di tengah, maupun di akhir kata; melakukan latihan pembentukan huruf-huruf konsonan yang mengandung bilabial tak bersuara /p/; dan konsonan bilabial bersuara /b/, /m/, dan /w/.
1.5. Pengembangan Komunikasi (Ekspresif dan Reseptif)
Mengucapkan kalimat-kalimat mengenai materi kesiapsiagaan bencana (sign alami/gejala alam akan adanya bencana dan cara-cara menjaga diri; materi tentang kesehatan) reproduksi (konsep laki-laki dan perempuan; materi tentang kesukaan murid) dan informasi-informasi aktual lainnya sesuai dengan tekanan dan irama yang baik dan benar untuk berkomunikasi secara lisan (oral) dalam pembentukan jenis atau ragam kalimat tanya apa dan siapa serta kalimat perintah dengan pola penggunaan subjek predikat (SP).
CP – FASE B (KELAS 3, 4)
2.1. Persepsi Bunyi
Mendeteksi bunyi latar belakang, suara binatang di lingkungan sekitar, jumlah bunyi, sifat bunyi (cepat-lambat, panjang-pendek, keras-lemah dan tinggi-rendah), arah bunyi, suara nama hari, bulan, bilangan; mendiskriminasi berbagai macam bunyi termasuk bunyi bahasa yaitu kata yang kontras pada aspek bersuara-tak bersuara dan 2 kata yang mengandung konsonan getar; mengidentifikasi bunyi sebagai sinyal yang pernah didiskriminasi. Mengidentifikasi bunyi bahasa yaitu kata ganti, kata kerja, pernyataan salah, pernyataan tidak, pernyataan belum dan kalimat tanya; memanfaatkan setiap bunyi untuk komunikasi dengan menggunakan ABD atau tanpa ABD sebatas sisa pendengaran.
2.2. Persepsi Irama
Mendeteksi irama dasar yaitu ketukan, irama, birama lagu 3/4, 4/4 dan 6/8 serta irama bahasa; mendiskriminasi irama dasar dan irama bahasa melalui kegiatan membedakan berbagai macam irama dasar dan irama bahasa yaitu irama kalimat tanya dan kalimat larangan; mengidentifikasi berbagai irama dasar maupun irama bahasa sesuai makna yang sebenarnya dan melakukan komprehensi irama dasar dan irama bahasa untuk berkomunikasi menggunakan Alat Bantu dengar (ABD) atau tanpa ABD sebatas sisa pendengaran.
2.3. Latihan Prawicara
Melakukan latihan keterarahan wajah berupa latihan kemampuan kontak mata dan kontak wajah secara langsung atau menggunakan media cermin; melakukan keterarahan suara dalam latihan pengucapan kata atau bersuara; melakukan pelemasan organ wicara pada bagian gigi melalui kegiatan menunjukkan gigi, menggigit bibir bawah, dan menggerakkan gigi; melakukan pelemasan organ wicara rahang melalui kegiatan membuka dan menutup rahang dengan gerakan yang teratur dan tepat; menggerakkan ke kiri dan kekanan, lalu memutar secara horizontal; melakukan latihan pernapasan dengan meniup tisu dari jarak yang berbeda; melakukan latihan pembentukan suara yaitu meraban, menyadarkan suara, merasakan getaran, melafalkan vokal bersuara, dan menirukan ucapan (huruf, suku kata, kata) pada huruf alveolar ( /t/, /d/, /n/, /l/, /s/, /z/, /r/) serta huruf labiodental (/f/)
2.4. Latihan Pembentukan Fonem
Melakukan latihan organ bicara yang mengandung vokal konsonan dental alveolar hambat tak bersuara /t/; konsonan dental alveolar bersuara /d/; konsonan lateral dental bersuara /l/; konsonan palatal alveolar semi vokal bersuara /y/; konsonan labiodental frikatif (desisi) tak bersuara /f/; konsonan dental frikatif (desis) tak bersuara /s/; konsonan dental frikatif (desis) bersuara /z/; dan konsonan dental getar bersuara /r/ untuk kemudian diterapkan pada pengucapan kata baik di awal, di tengah, maupun di akhir kata.
2.5. Pengembangan Komunikasi (Ekspresif dan Reseptif)
Mengucapkan kalimat-kalimat mengenai materi kesiapsiagaan bencana (ancaman yang akan terjadi dan mencari pertolongan), materi tentang kesehatan reproduksi (konsep perempuan dan laki-laki serta kesetaraan gender) dalam konsep sederhana, materi tentang hobi dan informasi-informasi aktual lainnya; melakukan latihan pengucapan sesuai dengan tekanan dan irama yang baik dan benar untuk berkomunikasi secara lisan, isyarat maupun komunikasi total dalam pembentukan jenis atau ragam kalimat tanya dimana, berapa, dan kapan dengan penggunaan pola Subjek, Predikat, dan Objek (SPO).
CP – FASE C (KELAS 5, 6)
3.1. Persepsi Bunyi
Mendeteksi bunyi latar belakang, suara manusia di lingkungan sekitar yang terdengar secara tiba-tiba, suara manusia di lingkungan yang diperdengarkan secara langsung, suara kelompok kata, dan suara kalimat; mendiskriminasi berbagai macam bunyi termasuk bunyi bahasa, dua kata yang mengandung konsonan sengau dan letup dan dua kata yang mengandung konsonan letup dengan geser; mengidentifikasi bunyi sebagai sinyal yang pernah didiskriminasi; mengidentifikasi bunyi bahasa; mengomprehensi bunyi bahasa berupa kalimat perintah dan kalimat berita untuk komunikasi dengan menggunakan ABD atau tanpa ABD sebatas sisa pendengaran.
3.2. Persepsi Irama
Mendeteksi irama dasar yaitu ketukan, irama, birama lagu 3/4, 4/4 dan 6/8 dan irama bahasa. Mendiskriminasi irama dasar dan irama bahasa melalui berbagai kegiatan membedakan berbagai macam irama dasar dan irama bahasa yaitu irama kalimat tanya dan kalimat berita; mengidentifikasi berbagai irama dasar maupun irama bahasa sesuai makna yang sebenarnya; melakukan komprehensi untuk dapat memanfaatkan irama dasar dan irama bahasa untuk berkomunikasi menggunakan ABD atau tanpa ABD sebatas sisa pendengaran.
3.3. Latihan Prawicara
Melakukan latihan keterarahan wajah berupa latihan kemampuan kontak mata dan kontak wajah secara langsung atau menggunakan media cermin; melakukan keterarahan suara dalam latihan pengucapan kata atau bersuara; melakukan pelemasan organ wicara pada bagian bibir melalui berbagai kegiatan yaitu menggerakan bibir ke samping dan ke depan bergantian; membuka dan menutup bibir dengan gigi merapat dan rahang tertutup; memasukkan bibir dengan mulut terbuka, lalu dengan mulut tertutup; serta menguncupkan bibir dan menggerakkan ujungnya; melakukan pelemasan organ wicara pada bagian lidah melalui berbagai kegiatan yaitu senam lidah dengan menjulurkan lidah keluar lurus kiri dan kanan, masukkan ke dalam, lidah tekan ke pipi kiri dan kanan, rahang atas dan bawah, dan kegiatan lain yang dapat melemaskan organ bicara bibir; melakukan pelemasan organ wicara pada bagian gigi melalui kegiatan menunjukkan gigi, menggigit bibir bawah, dan menggerakkan gigi; melakukan pelemasan organ wicara rahang melalui kegiatan membuka dan menutup dengan gerakan yang lancar dan tepat; dan menggerakkan ke kiri dan ke kanan, lalu memutar secara horizontal; melakukan latihan pernapasan melalui kegiatan meniup lilin dengan jarak yang berbeda-beda; dan melakukan latihan pembentukan suara yaitu meraban, menyadarkan suara, merasakan getaran, melafalkan vokal bersuara, menirukan ucapan (huruf, suku kata, kata) pada huruf konsonan dorsovelar (/k/, /g/, /ng/, dan huruf konsonan palatal /c/, /j/, dan /ny/).
3.4. Latihan Pembentukan Fonem
Melakukan latihan organ bicara yang mengandung konsonan palatal tak bersuara /c/; konsonan palatal hambat bersuara /j/; konsonan palatal tak bersuara /ny/; konsonan velar hambat tak bersuara /k/; konsonan velar hambat bersuara /g/; konsonan velar nasal bersuara /ng/; konsonan glottal frikatif bersuara /h/ untuk kemudian diterapkan pada pengucapan kata baik di awal, di tengah, maupun di akhir kata.
3.5. Pengembangan Komunikasi (Ekspresif dan Reseptif)
Mengucapkan kalimat-kalimat terkait materi kesiapsiagaan bencana (sign alami/gejala alam akan adanya bencana, akibat, ancaman yang akan terjadi, menggunakan alat dan benda untuk menyelamatkan diri sendiri, mencari pertolongan, dan cara-cara menjaga diri); materi tentang kesehatan reproduksi (kesetaraan gender dan materi pubertas); dan materi tentang cita-cita dan informasi-informasi aktual lainnya; dan melakukan latihan pengucapan sesuai dengan tekanan dan irama yang baik dan benar untuk berkomunikasi secara lisan, isyarat maupun komunikasi total dalam pembentukan jenis atau ragam kalimat tanya mengapa dan bagaimana dan kalimat berita dengan penggunaan pola Subjek, Predikat, Objek dan Keterangan (SPOK).
CP – FASE D (KELAS 7, 8, 9)
4.1. Persepsi Bunyi
Mendeteksi bunyi latar belakang, bunyi benda, bunyi alam sekitar, suara binatang di lingkungan sekitar, jumlah bunyi, sifat bunyi (cepat-lambat, panjang-pendek, keras-lemah dan tinggi-rendah), arah bunyi, suara nama hari, bulan, bilangan, suara manusia di lingkungan sekitar yang terdengar secara tiba-tiba, suara manusia di lingkungan yang diperdengarkan secara langsung, dan bunyi bahasa berupa fonem, nama panggilan, suara unsur suprasegmental (panjang-pendek, tinggi-rendah, keras-lemah, cepat-lambat) dan jumlah suku kata, konsonan dan kata benda, suara kelompok kata dan suara kalimat; mendiskriminasi berbagai macam bunyi termasuk bunyi bahasa yaitu kata yang kontras pada aspek bersuara-tak bersuara dan dua kata yang mengandung konsonan getar, dua kata yang mengandung konsonan sengau dan letup dan dua kata yang mengandung konsonan letup dengan geser; mengidentifikasi bunyi sebagai sinyal yang pernah didiskriminasi; mengidentifikasi bunyi bahasa dalam hal pernyataan betul, pernyataan ya, pernyataan sudah, kata ganti, kata perintah, kata kerja, pernyataan salah, pernyataan tidak, pernyataan belum dan kalimat tanya, kata keterangan, dan lawan kata; dan memanfaatkan bunyi yang telah diperoleh untuk komunikasi berupa kalimat perintah dan kalimat berita dengan menggunakan ABD atau tanpa ABD sebatas sisa pendengaran.
4.2. Persepsi Irama
Mendeteksi irama dasar yaitu ketukan irama 2/4, 3/4, 4/4 dan 6/8 serta irama bahasa; mendiskriminasi irama dasar dan irama bahasa melalui kegiatan membedakan berbagai macam irama dasar dan irama bahasa, misalnya: kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat larangan, dan kalimat berita; mengidentifikasi berbagai irama dasar maupun irama bahasa sesuai makna yang sebenarnya; melakukan kegiatan komprehensi untuk dapat memanfaatkan irama dasar dan irama bahasa untuk berkomunikasi Menggunakan ABD atau tanpa ABD sebatas sisa pendengaran.
4.3. Latihan Prawicara
Melakukan latihan keterarahan wajah berupa latihan kemampuan kontak mata dan kontak wajah secara langsung atau menggunakan media cermin; melakukan keterarahan suara dalam latihan pengucapan kata atau bersuara; melakukan pelemasan seluruh organ wicara pada bagian bibir, lidah, gigi, rahang, tenggorokan dan perut; melakukan latihan pernapasan melalui kegiatan meniup benda-benda kecil; melakukan latihan pembentukan suara yaitu meraban menyadarkan suara, merasakan getaran; dan melafalkan vokal bersuara dan menirukan ucapan (huruf, suku kata, kata) pada seluruh huruf vokal dan konsonan.
4.4. Latihan Pembentukan Fonem
Melakukan latihan organ bicara yang mengandung vokal /a/, /i/, /u/, /e/, dan /o/, bilabial tak bersuara /p/; konsonan bilabial bersuara /b/, /m/, dan /w/; konsonan dental alveolar hambat tak bersuara /t/; konsonan dental alveolar bersuara /d/; konsonan lateral dental bersuara /l/; konsonan palatal alveolar semi vokal bersuara /y/; konsonan labiodental frikatif (desisi) tak bersuara /f/; konsonan dental frikatif (desis) tak bersuara /s/; konsonan dental frikatif (desis) bersuara /z/; konsonan dental getar bersuara /r/; konsonan palatal tak bersuara /c/; konsonan palatal hambat bersuara /j/; konsonan palatal tak bersuara /ny/; konsonan velar hambat tak bersuara /k/; konsonan velar hambat bersuara /g/; konsonan velar nasal bersuara /ng/; dan konsonan glottal frikatif bersuara /h/ untuk kemudian diterapkan pada pengucapan kata baik di awal, di tengah, maupun di akhir kata.
4.5. Pengembangan Komunikasi (Ekspresif dan Reseptif)
Mengucapkan kalimat-kalimat mengenai materi kesiapsiagaan bencana (gejala alam akan adanya bencana, akibat, ancaman yang akan terjadi), menggunakan alat dan benda untuk menyelamatkan diri sendiri, mencari pertolongan, dan cara-cara menjaga diri, simbol penyelamatan, dan P3K; materi tentang kesehatan reproduksi (materi konsep laki-laki dan perempuan, kesetaraan gender, materi pubertas; dan informasi-informasi aktual lainnya); dan melakukan latihan pengucapan sesuai dengan tekanan dan irama yang baik dan benar untuk berkomunikasi secara lisan, isyarat maupun komunikasi total dalam pembentukan jenis atau ragam kalimat atau ragam kalimat baik dalam tahap penggunaan Subjek Predikat (SP) maupun dalam tahap Subjek, Predikat, Objek (SPO) dan Subjek, Predikat, Objek, Keterangan (SPOK) pada kalimat berita, kalimat tanya, dan kalimat perintah.
CP – FASE E (KELAS 10)
5.1. Persepsi Bunyi
Mendeteksi suara manusia, suara lambang bahasa kalimat, dan latar kondisi lingkungan kerja di lingkungan yang diperdengarkan secara langsung maupun rekaman; mendiskriminasi berbagai macam bunyi suara manusia, suara lambang bahasa kalimat, dan latar kondisi lingkungan kerja di lingkungan yang diperdengarkan secara langsung maupun rekaman; mengidentifikasi bunyi sebagai sinyal yang pernah didiskriminasi; mengidentifikasi bunyi bahasa dalam hal kata tanya mengapa dan bagaimana, kata keterangan dan lawan kata; memanfaatkan suara tersebut dalam berkomunikasi secara lisan, tulisan maupun isyarat baik menggunakan ABD atau tanpa ABD sebatas sisa pendengaran.
5.2. Persepsi Irama
Mendeteksi berbagai irama yaitu panjang-pendek, warna suara/timbre (tinggi-rendah suara), lagu sederhana dan irama bahasa baik secara langsung maupun rekaman; mendiskriminasi berbagai irama yaitu panjang-pendek, warna suara/timbre (tinggi- rendah suara), lagu sederhana dan irama bahasa baik secara langsung maupun rekaman; mengidentifikasi berbagai irama, panjang-pendek, warna suara/timbre (tinggi-rendah suara), lagu sederhana dan irama bahasa baik secara langsung maupun rekaman; dan mengomprehensi irama dan suara tersebut untuk berkomunikasi secara mandiri menggunakan lisan, tulisan, maupun isyarat.
5.3. Latihan Prawicara
Melakukan kegiatan interaksi bersama teman untuk melatih konsentrasinya (keterarahan wajah dan keterarahan suara) dengan benar dan mandiri. Peserta didik melakukan latihan pelemasan bicara dan pernapasan dengan mandiri menggunakan berbagai alat yang tersedia di lingkunganya; melakukan latihan teknik bicara untuk berkomunikasi dengan mempertimbangkan artikulasi, tempo, dan irama baik langsung maupun menggunakan cermin secara mandiri.
5.4. Latihan Pembentukan Fonem
Melakukan kegiatan komunikasi untuk membentuk kata yang mengandung konsonan palatal tak bersuara /ny/ dan konsonan velar nasal bersuara /ng/ serta membentuk kata yang mengandung konsonan kluser (konsonan double) dan vokal kluser (vokal double).
5.5. Pengembangan Komunikasi (Ekspresif dan Reseptif)
Mengungkapkan keinginan secara lisan, tulisan, atau isyarat secara mandiri; melakukan kegiatan tanya jawab untuk menjawab pertanyaan secara lisan, tulisan ataupun isyarat dalam komunikasi; memaparkan tentang kesiapsiagaan (tanda-tanda alami bencana, penggunaan alat P3K dan pemulihan pasca bencana melalui kegiatan presentasi); dan mengungkap gagasan secara lisan tentang pubertas, kebersihan tubuh, relasi, kehamilan, dan melindungi diri dalam proses diskusi; dan membicarakan kejadian bencana yang aktual yang terjadi melalui interaksi dan komunikasi dengan temannya.
CP – FASE F (KELAS 11, 12)
6.1. Persepsi Bunyi
Mendeteksi suara manusia, suara lambang bahasa kalimat, dan latar kondisi lingkungan kerja di lingkungan yang diperdengarkan secara langsung maupun rekaman; mendiskriminasi berbagai macam bunyi suara manusia, suara lambang bahasa kalimat, dan latar kondisi lingkungan kerja di lingkungan yang diperdengarkan secara langsung maupun rekaman; mengidentifikasi bunyi sebagai sinyal yang pernah didiskriminasi; mengidentifikasi bunyi bahasa dalam hal kata tanya mengapa dan bagaimana, kata keterangan dan lawan kata; dan memanfaatkan suara tersebut dalam berkomunikasi secara lisan, tulisan, maupun isyarat baik menggunakan ABD atau tanpa ABD sebatas sisa pendengaran.
6.2. Persepsi Irama
Mendeteksi berbagai irama yaitu panjang-pendek, warna suara/timbre (tinggi-rendah suara), lagu sederhana dan irama bahasa baik secara langsung maupun rekaman; mendiskriminasi berbagai irama, lagu sederhana, dan irama bahasa baik secara langsung maupun rekaman; mengidentifikasi berbagai irama lagu sederhana dan irama bahasa baik secara langsung maupun rekaman; dan mengomprehensi irama dan suara tersebut untuk berkomunikasi secara mandiri menggunakan lisan, tulisan maupun isyarat.
6.3. Latihan Prawicara
Melakukan kegiatan interaksi bersama teman untuk melatih konsentrasinya (keterarahan wajah dan keterarahan suara) dengan benar dan mandiri; melakukan latihan pelemasan bicara dan pernapasan dengan mandiri menggunakan berbagai alat yang tersedia di lingkunganya; dan melakukan latihan teknik bicara untuk berkomunikasi dengan mempertimbangkan artikulasi, tempo, dan irama baik langsung maupun menggunakan cermin secara mandiri.
6.4. Latihan Pembentukan Fonem
Melakukan kegiatan komunikasi untuk membentuk kata yang mengandung konsonan palatal tak bersuara /ny/ dan konsonan velar nasal bersuara /ng/ serta membentuk kata yang mengandung konsonan kluser (konsonan double) dan vokal kluser (vokal double).
6.5. Pengembangan Komunikasi (Ekspresif dan Reseptif)
Mengungkapkan keinginan secara lisan, tulisan, atau isyarat secara mandiri; melakukan kegiatan tanya jawab untuk menjawab pertanyaan secara lisan, tulisan, ataupun isyarat dalam komunikasi; memaparkan tentang kesiapsiagaan (tanda-tanda alami bencana, penggunaan alat P3K, dan pemulihan pasca bencana melalui kegiatan presentasi); mengungkapkan gagasan secara lisan tentang pubertas, kebersihan tubuh, relasi, kehamilan serta melindungi diri dalam proses diskusi; dan membicarakan kejadian yang aktual yang terjadi di sekitarnya melalui interaksi dan komunikasi dengan temannya.