Lompat ke konten

Progsus – Autisme

  1. Tujuan

Setelah mengikuti pembelajaran mata pelajaran Program Kebutuhan Khusus Pengembangan Interaksi Sosial, Komunikasi, dan Perilaku melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam, diharapkan murid mampu:

  1. memiliki kesadaran menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri;
  2. mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata;
  3. memiliki pengalaman belajar yang menggembirakan yang ditandai dengan suasana belajar yang positif, menantang, dan memotivasi murid sehingga murid merasa dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya pada proses pembelajaran;
  4. melakukan hal-hal yang berkaitan dengan interaksi sosial di lingkungan keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat;
  5. mengembangkan dan terampil melakukan komunikasi awal, mengungkapkan perasaan dan pikiran, mengidentifikasi diri, orang-orang dan tempat-tempat yang ada di sekitar, memahami objek/benda yang ada di sekitar, serta memahami kata perintah sederhana;
  6. meningkatkan perilaku adaptif dan meminimalisir perilaku maladaptif;
  7. mengembangkan keterampilan sensorik-motorik;
  8. mengembangkan kemandirian sehingga mampu merawat, mengurus dan menolong diri sendiri, menjaga dan merawat kesehatan reproduksi dan seksualitas, menjaga keselamatan diri, kesehatan, serta memanfaatkan waktu luang.

Mata Pelajaran Program Kebutuhan Khusus Pengembangan Komunikasi Interaksi Sosial Dan Perilaku pada murid autis terdiri dari lima elemen, yaitu:

  1. interaksi sosial;
  2. komunikasi;
  3. perilaku;
  4. sensorik motorik; dan
  5. kemandirian.

1.1. Interaksi sosial
Melakukan dan mempertahankan kontak mata ketika berinteraksi.

1.2. Komunikasi
Memahami instruksi sederhana/perintah satu tahap (diam, duduk, berdiri, dsb), mengenal nama; dan menunjukkan kemampuan dalam memberikan respon ketika dipanggil/disebut baik secara bahasa lisan maupun bahasa tubuh (gestur); dan dapat melakukan keterampilan meniru bunyi/kata/kalimat sederhana.

1.3. Perilaku
Mengenali perilaku kooperatif dan tidak kooperatif, aturan dan tata nilai di berbagai lingkungan, dan mengenali beragam ungkapan emosi.

1.4. Sensomotorik
Mengenali berbagai stimulasi indera penglihatan (visual), stimulasi indera pendengaran (auditory), stimulasi indera penciuman (olfactory), stimulasi indera pengecap (gustatory), stimulasi indera peraba (tactile); mengenali gerakan dasar koordinasi otot serta persendian (proprioseptif); dan menirukan gerakan motorik halus dan kasar.

1.5. Kemandirian
Mengenali kegiatan toilet training (mencuci tangan, menggosok gigi, mandi, Buang Air Kecil (BAK), Buang Air Besar (BAB), dan yang lainnya dengan benar; mengenal cara makan dan minum dengan baik, cara berpakaian; dan mengenal protokol kesehatan.

2.1. Interaksi sosial
Memahami aturan sederhana dalam kegiatan berinteraksi sosial (boleh/tidak boleh dilakukan); dan memilih kegiatan yang diminati/disukai.

2.2. Komunikasi
Memahami instruksi/perintah lebih dari satu tahap  (ambil kursi lalu duduk), menunjukkan keterampilan untuk mengungkapkan bahasa (verbal/nonverbal) ketika menginginkan atau menolak sesuatu; menunjukkan kemampuan dalam menjawab kabar sesuai dengan kondisi yang terjadi; melaksanakan keterampilan memberi salam pada saat bertemu orang lain; dan memahami kata serta simbol berbahasa Indonesia yang digunakan di rumah (anggota keluarga, kata benda, nama ruangan, dan sebagainya).

2.3. Perilaku
Menunjukkan perilaku yang kooperatif, berperilaku sesuai dengan aturan/norma yang berlaku; dan mengidentifikasi beragam ungkapan emosi diri sendiri serta orang lain.

2.4. Sensomotorik
Menunjukkan keterampilan dalam merespon berbagai stimulasi indera penglihatan, stimulasi indera pendengaran, stimulasi indera penciuman, stimulasi indera pengecap, stimulasi indera peraba; mempraktikkan latihan keseimbangan, naik jungkat-jungkit, naik papan titian, naik ayunan, dsb); mempraktikkan gerakan dasar yang melibatkan koordinasi otot dan persendian; dan menggunakan peralatan yang melibatkan organ motorik halus serta kasar (menyendok, menjepit, memegang, menuangkan, memegang pensil, menaiki tangga, dan sebagainya).

2.5. Kemandirian
Mempraktikkan kegiatan toilet training (mencuci tangan, menggosok gigi, mandi, BAK, BAB, dan yang lainnya); mempraktekkan kegiatan makan dan minum dengan menggunakan alat makan; mempraktekkan kegiatan berpakaian (memakai baju, celana, sepatu, dan sebagainya); serta mempraktikkan protokol kesehatan.

3.1. Interaksi sosial
Mematuhi aturan sederhana dalam kegiatan berinteraksi sosial, melaksanakan kegiatan bermain dengan teman sebaya; melakukan permainan terstruktur; dan mengenal jenis kelamin (gender).

3.2. Komunikasi
Membedakan bagian dari kesatuan dan bukan dari kesatuan; menunjukkan kemampuan dalam menjawab pertanyaan sederhana; memahami kata dan simbol berbahasa Indonesia yang dijumpai di satuan pendidikan dan di masyarakat.

3.3. Perilaku
Memiliki perilaku yang kooperatif; dan berperilaku sesuai dengan aturan/norma yang diinginkan.

3.4. Sensomotorik
Menunjukkan reaksi positif terhadap berbagai stimulasi indera penglihatan, stimulasi indera pendengaran, stimulasi indera penciuman, stimulasi indera pengecap, stimulasi indera peraba; mempraktikkan gerakan sederhana koordinasi otot dan persendian melalui permainan olahraga; mengaplikasikan peralatan yang melibatkan organ motorik halus dan kasar.

3.5. Kemandirian
Melakukan pekerjaan sederhana yang dilakukan sehari-hari di rumah, mempraktikkan aktivitas menjaga kerapihan perlengkapan makan dan minum setelah digunakan; dan mempraktikkan aktivitas menjaga kerapihan tempat tidur.

4.1. Interaksi sosial
Menunjukkan sportivitas ketika berinteraksi sosial; dan mengenal aturan sosial di lingkungan.

4.2. Komunikasi
Memahami konsep bagian dari anggota kelompok di berbagai lingkungan memahami persamaan kata dan lawan kata (sinonim dan antonim); melakukan satu topik percakapan/dialog dengan lawan bicara, menunjukkan kemampuan untuk membuat pertanyaan mengenai Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana (ADIKSIMBA); dan mengenal kata berbahasa asing atau bahasa daerah yang dijumpai di rumah, satuan pendidikan dan masyarakat (open, pull, push, stop, atau bahasa daerah yang sesuai dengan wilayahnya masing-masing, dan sebagainya).

4.3. Perilaku
Menunjukkan keterampilan dalam menahan diri untuk tidak tantrum, menyakiti diri sendiri, dan berperilaku agresif ketika ada stimulus yang tidak disukai di lingkungan rumah; dan membentuk perilaku yang adaptif di rumah

4.4. Sensomotorik
Membedakan berbagai stimulasi indera penglihatan, stimulasi indera pendengaran, stimulasi indera penciuman, stimulasi indera pengecap, stimulasi indera peraba; mempraktikkan gerakan koordinasi otot dan persendian melalui permainan olahraga beregu; serta mengaplikasikan peralatan yang melibatkan organ motorik halus dan kasar.

4.5. Kemandirian
Mengenal cara menjaga kebersihan alat reproduksi; mendemonstrasikan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan rumah, mengenal fasilitas umum di lingkungan sekitar; mengenal tanda-tanda bencana, cara mengurangi resiko saat terjadi bencana (mengenal simbol, alat dan bersikap tenang); mengenal cara penyelamatan diri setelah terjadi bencana; dan mengenal penyebab kecelakaan.

5.1. Interaksi sosial
Menunjukkan sikap kebersamaan pada saat berinteraksi sosial, berbagi dengan orang lain; dan mengenal kenakalan remaja dan tindak kriminal (perkelahian, penyalahgunaan NAPZA, seks bebas, dan sebagainya).

5.2. Komunikasi
Menunjukkan keterampilan bercerita tentang pengalaman diri sendiri (cerita bermakna); menggunakan Bahasa Indonesia yang baik; memahami kata berbahasa asing atau bahasa daerah yang sering dipakai di rumah, sekolah, dan masyarakat.

5.3. Perilaku
Menunjukkan keterampilan menahan diri untuk tidak tantrum; menyakiti diri sendiri, dan berperilaku agresif ketika ada stimulus yang tidak disukai di lingkungan sekolah; dan membentuk perilaku yang adaptif di sekolah

5.4. Sensomotorik
Menunjukkan keterampilan untuk beradaptasi terhadap berbagai stimulasi indera penglihatan, stimulasi indera pendengaran, stimulasi indera penciuman,  stimulasi  indera  pengecap, menunjukkan   keterampilan   beradaptasi terhadap stimulasi indera peraba; membangun koordinasi otot dan persendian sehingga mampu bergerak dengan selaras; dan mendemonstrasikan peralatan yang melibatkan organ motorik halus dan kasar.

5.5. Kemandirian
Memahami cara menjaga kesehatan reproduksi, mempraktikkan merapikan ruangan; menggunakan fasilitas umum di lingkungan sekitar; menunjukkan keterampilan dalam mengikuti petunjuk untuk menghindari bencana serta mengurangi resiko saat terjadi bencana (simbol, alat, bersikap tenang); dan melaksanakan penyelamatan diri setelah terjadi bencana.

6.1. Interaksi sosial
Menunjukkan keterampilan berpartisipasi dalam kegiatan sosial.

6.2. Komunikasi
Menampilkan keterampilan bercerita tentang pengalaman orang lain (cerita bermakna); menggunakan Bahasa Indonesia yang baik; menampilkan keterampilan bercerita tentang langkah-langkah  membuat sesuatu/menggunakan alat (prosedur) dengan bahasa sendiri; dan menunjukkan keterampilan bercerita mengenai pengalaman diri menggunakan bahasa asing atau bahasa daerah secara sederhana.

6.3. Perilaku
Membangun ketahanan diri untuk tidak tantrum, menyakiti diri sendiri, dan berperilaku agresif ketika ada stimulus yang tidak disukai diperilaku yang adaptif di lingkungan masyarakat sekitar

6.4. Sensomotorik
Memadukan berbagai stimulasi indera penglihatan, stimulasi indera pendengaran, stimulasi indera penciuman, stimulasi indera pengecap, stimulasi indera peraba; mengkreasikan gerakan otot dan persendian sehingga mampu bergerak dengan dinamis, mendemonstrasikan peralatan yang melibatkan organ motorik halus dan kasar (alat tulis, alat makan, alat mandi, dan alat transportasi.

6.5. Kemandirian
Membiasakan pola hidup sehat; memahami cara menjaga kesehatan reproduksi dan seksualitas.